DPC SPI Asahan gelar seminar Pembaruan Agraria dan Pembangunan Pedesaan

ASAHAN. DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Asahan mengadakan seminar sehari dengan tema “Pembaruan Agraria dan Pembangunan Pedesaan di Kabupaten Asahan” di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiah Asahan (STIHMA) Kisaran, Selasa (29/12). Seminar dihadiri petani anggota SPI Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara, seminar ini juga dihadiri oleh kalangan dari mahasiswa, akademisi, birokrasi serta politisi di Kabupetan Asahan.

Acara yang dihadiri lebih dari seratus orang ini diisi oleh pembicara yang berasal dari BPN Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Zulkarnaen Kepala Tata Usaha BPN Kabupaten Asahan, Hendri Dunand Ketua STIHMA Kisaran, Zubaidah Ketua BPC SPI Asahan.

Tujuan dari seminar ini adalah mengangkat isu-isu perjuangan pembaruan agraria yang merupakan salah satu agenda perjuangan SPI. “Banyak kasus tanah yang dialami oleh petani anggota SPI Kabupaten Asahan yang sampai saat ini belum terselesaikan sementara intimidasi dan teror masih tetap dihadapi oleh petani yang berjuang merebut lahan mereka yang dirampas pihak perkebunan,” ungkap Zubaidah, Ketua BPC Asahan disela-sela acara seminar berlangsung.

Henry Saragih, Ketua DPP SPI mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi petani yang sedang memperjuangkan hak mereka, “Banyak kasus sengketa tanah yang belum terselesaikan. Hal tersebut dikarenakan kebijakan politik yang dihasilkan pemerintah Indonesia saat ini, banyak undang-undang yang memberatkan petani bahkan melemahkan posisi tawar petani dalam memperjuangkan haknya,” ujar Henry.

Disela-sela acara seminar ini, Ketua STIHMA Kisaran memberikan beasiswa kuliah di STIHMA Kisaran untuk petani dan anak petani sebagai ungkapan kepedulian terhadap pendidikan di kalangan rumah tangga petani.

Di akhir acara pengurus DPC SPI Asahan melakukan diskusi bersama dengan Ketua DPP SPI dengan petani anggota SPI Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara yang hadir saat seminar ini. Mereka membicarakan strategi perjuangan agraria terkait banyaknya anggota basis SPI yang mengalami sengketa tanah dengan pihak perkebunan besar. Selain itu mereka mendiskusikan mengenai bagaimana cara meningkatkan ekonomi petani.

“Saat ini petani selalu dihitung tetapi tidak pernah diperhitungkan sehingga kita perlu menggalang kekuatan diantara petani agar kita dapat diperhitungkan sehingga memiliki posisi tawar yang lebih baik, hal itu dapat diwujudkan dengan tumbuhnya kesadaran diantara kita untuk sama-sama membangun dan menggalang kekuatan kaum tani,” ungkap Wagimin, Ketua DPW SPI Sumut sebagai kata penutup diskusi yang disambut dengan mengatakan slogan “hidup petani” oleh seluruh peserta diskusi.

ARTIKEL TERKAIT
Petani SPI tolak pilot proyek REDD Petani SPI tolak pilot proyek REDD
Kedaulatan Pangan di Kawasan Rawa Lebak, Menyongsong Indones...
Puluhan Ribu Petani SPI Rayakan #HariTani 2015 (2)
SNI: Perkuat organisasi nelayan  menuju kedaulatan rakyat SNI: Perkuat organisasi nelayan menuju kedaulatan rakyat
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU