Gelar Muswil II, SPI Jatim Teguhkan Perjuangan

Muswil _SPI_Jatim

SURABAYA. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Timur melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) II pada 17-18 Januari 2014. Muswil ini diselenggarakan di Balai Diklat PU Wilayah IV Surabaya, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

Muswil yang bertemakan “Laksanakan Pembaruan Agraria Sejati untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan” ini dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari tujuh kabupaten di Jawa Timur. Lima kabupaten adalah pengurus dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Kabupaten Kediri, Ponorogo, Tuban, Bojonegoro, dan Lumajang; sementara peserta dari Kabupaten Mojokerto dan Gresik bertindak sebagai peninjau.

Ketua Umum SPI Henry Saragih yang hadir dalam muswil ini menyampaikan, sebagai organisasi massa berbasis petani yang diakui oleh pemerintah SPI memiliki kekuatan untuk menekan pemerintah di daerah agar segera mengeluarkan berbagai peraturan daerah (Perda) yang pro terhadap petani kecil.

“Perda-Perda tersebut bisa berupa perda untuk pelarangan alih fungsi lahan pertanian, hingga mengajak pemerintah dan pihak terkait untuk mendukung perjuangan mempertahankan lahan yang kita lakukan, ” ungkap Henry.

Sementara itu Muswil menetapkan Syaiful Zuhry sebagai Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jawa Timur untuk periode 2014 – 2019, dan Basuki sebagai anggota Majelis Nasional Petani (MNP) SPI  perwakilan Jawa Timur.

Dalam sambutannya Syaiful Zuhry menyampaikan, semoga ia mampu mengemban amanah, memimpin dan meneguhkan perjuangan DPW SPI Jawa Timur selama lima tahun ke depan. Ia juga menyampaikan akan merapikan administrasi organisasi, memfungsikan struktur organisasi di semua tingkatan, penambahan DPC Jawa Timur, hingga penguatan SPI di tingkat cabang sampai basis untuk peningkatan produksi pangan yang tak bergantung pada impor.

“SPI Jatim juga akan mendorong Pemda untuk mengalihkan subsidi pupuk organik dari perusahaan langsung ke petani, memperbanyak pelatihan di bidang pertanian untuk pengembangan produksi benih, kaderisasi pemuda tani SPI, dan pembentukan koperasi petani,” ungkapnya.