Kemeriahan Perayaan #17thSPI di Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan

spi_bengkulu_17_th_Spi

KEPAHIANG. Di Bengkulu, peringatan perayaan hari ulang tahun ke-17  Serikat Petani Indonesia (SPI) dilaksanakan di kediaman Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) SPI Kabupaten Kepahiang, Sasmitra, (09/07). Hadir dalam acara ini Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) SPI Bengkulu Hendarman (Alay), beserta para petani SPI Bengkulu. Acara dimulai dengan refleksi gerakan perjuangan kaum tani yang ada  di Bengkulu, mulai dari berdirinya SPI pada tahun 1998 hingga bergabungnya Bengkulu menjadi anggota resmi SPI pada tahun 2012.

“Selama tiga tahun bergabung dengan SPI, banyak sekali kontribusi yang diberikan oleh organisasi kepada petani anggotanya. Oleh karena itu kita harus semakin mempererat persatuan, solidaritas, dan soliditas kita di organisasi ini agar semakin berkembang dan mampu menyuarakan kepentingan petani kecil seperti kita,” kata Alay kepada para undangan.

Hal senada diungkapkan Sasmitra. Ia merefleksikan perjuangan yang dilakukan petani SPI, khususnya Kabupaten Kepahing sejak bergabung dengan SPI, mulai dari perjuangan atas tanah, pendidikan-pendidkan tentang pertanian sampai ke peningkatan perekonomian petani melalui koperasi.

“Alhamdulillah saat ini sudah terbentuk koperasi kopi yang insya Allah mampu menggerakkan ekonomi petani Kepahiang,” kata Sasmitra.

Setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah, acara peringatan perayaan #17thSPI di Bengkulu kemudian ditutup dengan melaksanakan nonton bareng film dokumenter perjuangan para petani yang  pernah terjadi di Idonesia.

Lampung

Dari Kabupaten Pringsewu, petani SPI Lampung memperingati perayaan #17thSPI dengan melaksanakan diskusi ringan, refleksi, dan diikuti dengan buka puasa bersama (08/07). Hadir dalam acara ini para perwakilan petani SPI dari tiga kabupaten di Lampung, yakni k

spi_lampung_17_th_Spi

Ketua BPW SPI Lampung Muhlasin menyampaikan, di usianya yang ke-17 SPI harus terus mencetak dan menghasilkan kader yang mampu mengawal dan menggerakkan organisasi.

“Ke depannya, pendidikan pembangunan kader sangat penting untuk lebih dimaksimalkan,” kata Muhlasin.

Muhlasin juga menekankan, baik di tingkat provinsi dan kabupaten, SPI harus mampu terlibat dalam proses-proses pengambilan kebijakan pertanian dan perdesaan di daerahnya masing-masing.

“Hal ini untuk memastikan ide-ide perjuangan SPI seperti reforma agraria, kedaulatan pangan, hingga pertanian agroekologis diterapkan oleh pemerintah daerah, seperti lahirnya perda-perda yang mendukung,” imbuhnya.

Sumatera Selatan

Dari Desa Rengas, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Sumatera Selatan (Sumsel) berencanan menggabungkan perayaan peringatan hari ulang tahun SPI ke-17 dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Ketua BPW SPI Sumsel Ahmad Fitriyadi menjelaskan, bentuk perayaannya berupa gema takbir, perlombaan karang taruna, lomba adzan, lomba pembacaan ayat pendek, peragaan busana muslim, buka puasa bersama, hingga pawai gema ramadhan.

“Insya Allah rangkaian acara ini mulai kami laksanakan pada Senin, 13 Juli 2015, hingga malam takbiran lebaran nanti,” kata Ahmad Fitriyadi.

Ahmad Fitriyadi menambahkan, semoga di usianya yang ke-17 SPI semakin rata tersebar di seluruh penjuru Indonesia dan tetap berada di jalur perjuangannya, menegakkan pembaruan agraria dan kedaulatan pangan untuk keadilan sosial di Indonesia.

ARTIKEL TERKAIT
Tanah Untuk Kehidupan: Perjuangan Reforma Agraria di Suka Ma...
Kehancuran WTO di depan mata, pertanian batu sandungan terbesar Kehancuran WTO di depan mata, pertanian batu sandungan terbe...
SPI – Jokowi Bahas Visi Kedaulatan Pangan Indonesia
Geliat Agroekologi di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU