NTP Pangan Mei 2015 (Sudah) Turun, Pemerintah Jangan Sampai Impor Beras

“Jika pemerintah impor beras, NTP akan semakin jatuh”

 JAKARTA. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 4,71 persen pada kuartal pertama tahun 2015. Ini menurun dibandingkan jika dibandingkan dengan kuartal keempat 2014 (5,01 persen).

Khusus untuk sektor pertanian, ia memberikan kontribusi pertumbuhan PDB sebesar 0,5 persen. Pertanian juga mempunyai daya yang serap tinggi untuk sektor tenaga kerja. BPS mencatat terdapat 40.12 juta orang yang menjadikan pertanian sebagai pekerjaan utama sampai bulan Februari 2015. Dari tahun 2005, perkembangan jumlah tenaga kerja menunjukkan kecenderungan tetap pada kisaran 40 hingga 42 juta orang ( lihat grafik).

Jumlah tenaga kerja pertanian

Meski demikian, menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih, penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian tidak simetris dengan kesejahteraan petani.

“Hal ini bisa dilihat dari dua hal. Pertamaangka kemiskinan desa yang selalu lebih tinggi dari angka kemiskinan kota, dan Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus menurun,” kata Henry di Medan, siang ini (14/05/2015).

Ketua Umum SPI ini melanjutkan, untuk  NTP Bulan Mei 2015,  BPS mencatat terjadi penurunan untuk sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan rakyat. NTP tanaman pangan (terutama) turun sebesar 3,44 persen, NTP hortikultura turun sebesar 1,02 persen, dan NTP perkebunan rakyat turun sebesar 0,40 persen dari bulan Maret 2015.

Penurunan tajam NTP tanaman pangan dari 100,80 menjadi 97,33 disebabkan oleh turunnya indeks yang diterima oleh kelompok petani padi sawah. Periode waktu antara panen dan musim gadu rupanya menjadi periode yang menyesakkan bagi petani. Selama April 2015, harga gabah kualitas rendah ditingkat petani hanya dihargai Rp. 3.592,24 per kilogram. Ini turun 7,39 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara, di penggilingan gabah diharga “cuma” Rp. 3.670,00 per kilogram atau turun 7,17 persen dibanding periode sebelumnya.

“Padahal Presiden sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 3.700 per kilogram, “ papar Henry.

Selain turunnya harga gabah dan lemahnya penyerapan pemerintah, faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp. 500 per liter dan angkutan tansportasi juga turut andil rendahnya NTP tanaman pangan. Hal tersebut dibuktikan juga dengan laporan BPS pada April ini. Inflasi pedesaan sebesar 0,21 persen ternyata disebabkan oleh naiknya indeks kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 2,24 persen.

NTP pangan

Sementara itu, menurut data Kementerian Perdagangan April 2015, harga beras medium di pasar juga mengalami penurunan. Harga beras medium pada awal April (01/04) sebesar Rp. 10.078 per kilogram, yang kemudian turun pada akhir April (30/04) menjadi Rp. 9.845.

Asep, Ketua SPI Kabupaten Pandeglang Banten menyampaikan bahwa di Kabupaten Pandeglang, harga Gabah Kering Panen (GKP) berkisar antara Rp. 3.700 – Rp. 4.500 per kilogram. Sementara itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) adalah Rp. 5.000 per kilogram. Sedangkan harga beras terendah adalah Rp. 7.000 per kilogram.

“Harga beras tersebut lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sudah diberlakukan sebesar Rp. 7.300 per kilogram,” kata Asep.

Oleh karena itu, Henry Saragih menambahkan, di tengah fakta menurunnya NTP pangan ini, pemerintahan Jokowi jangan sampai melakukan impor beras.

“Apa pun ceritanya, jangan sampai kita impor beras. Jika pemerintah impor beras, maka NTP akan semakin jatuh. Petani pangan yang mayoritas mengandalkan padi, akan semakin miskin. “

“Ini sudah lampu kuning untuk Indonesia. Pemerintah bukan hanya harus ‘kerja, kerja, kerja’. Pemerintah harus bekerja keras, bekerja keras lagi, bekerja lebih keras lagi.”

“Ini demi visi misi kedaulatan pangan di Indonesia yang sudah tercantum di dalam Nawa Cita Jokowi-JK,” tutup Henry.

 

Kontak Selanjutnya:

Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668

ARTIKEL TERKAIT
Jokowi-JK Untuk Indonesia Hebat Berdaulat Pangan
Rangkul Kepolisian Untuk Selesaikan Konflik Agraria
Diskusi Publik SPI: “Produksi dan Kebijakan Pertanian Padi...
Tiga petani Korea ditahan imigrasi Swiss Tiga petani Korea ditahan imigrasi Swiss
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU