Pendidikan kader khusus pengorganisasian basis

454878Badan Pelaksana Wilayah Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara mengadakan Pendidikan Kader Khusus Pengorganisasian Basis yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 5 November 2009. Pendidikan ini merupakan Pendidikan Kader D yang materinya diisi dengan materi mengenai Community Organizer (CO).

SPI sebagai organisasi kader dan massa gerakan kaum tani, SPI tidak bisa berjalan untuk mencapai tujuannya tanpa ada keterlibatan kader yang tersebar di semua tempat serta mempunyai wawasan dan keterampilan. Untuk itu SPI harus bisa melahirkan kader-kader yang terdidik melalui berbagai proses pendidikan yang dilakukan mulai dari pendidikan kader dari level dasar hingga Kader A juga berbagai pendidikan-pendidikan khusus baik secara massa maupun per kader.

Pendidikan yang diberikan tidak terbatas pada hal-hal yang teoritis, tekhnis dan praktis saja, tetapi lebih ditekankan pada bagaimana akhirnya peserta pendidikan mampu berfikir kritis dalam memahami realita yang ada, sehingga memahami fitrahnya sebagai manusia merdeka. Hal ini lah yang menjadi latar belakang diadakannya pendidikan kali ini.

“Kokohnya organisasi ini berada di tangan kader-kader yang tangguh dan terdidik agar mampu berada di barisan terdepan untuk memperjuangkan nasib kaum petani” ungkap Henri Chandra Hasibuan, Kepala Biro Pendidikan Pemuda dan Budaya DPW SPI Sumut disela-sela pendidikan.

Pendidikan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh kader-kader SPI Sumatera Utara yang berasal dari Kabupaten Asahan, Batu Bara, Padang Lawas, Langkat, Deli Serdang dan Medan. Metode pendidikan yang diterapkan besifat partisipatorik sehingga respon peserta pendidikan menjadi lebih utama dari pada pemaparan yang dilakukan oleh fasilitator. “Saya banyak mendapatkan pelajaran dari pendidikan kali ini untuk dapat mengembangkan basis di tempat saya tinggal” ungkap Mazlan, peserta yang berasal dari Kabupaten Batu Bara.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Sofyan anggota MWP DPW SPI Sumut yang bertindak sebagai fasilitator menekankan bahwan pentingnya kesatuan kaum tani, “Dalam berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat kita kaum tani ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri harus bersatu. Tantangan yang akan dihadapi kaum tani ke depan semakin berat. Petani harus bersatu untuk menggalang kekuatan untuk menghalau segala macam penindasan yang diterima oleh petani” kata laki-laki yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Yayasan SINTESA ini dengan bersemangat.

Selain itu, Ketua DPP SPI Henri Saragih juga menyampaikan mengenai perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia bersama dengan petani anggota mulai dari tingkat lokal sampai dengan internasional.

“Banyak kebijakan saat ini yang tidak berpihak kepada petani. Semua ini harus kita kritisi. Perjuangan kita juga tidak hanya sampai di tingkat nasional, di tingkat internasional melalui organisasi La Via Campesina juga terus aktif memperjuangkan hak-hak petani” tandasnya kepada peserta pendidikan.

ARTIKEL TERKAIT
La Via Campesina Desak PBB Segera Atasi Krisis Pangan
NTP Pangan November 2014: Kerja-Kerja dan Kerja untuk Produ...
Dialog antara Masyarakat Sipil dengan Pemerintah dalam rangka Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika dalam Visi Reaktualisasi Kerjasama Selatan- Selatan dalam Dunia Multi-Polar Abad 21 Dialog antara Masyarakat Sipil dengan Pemerintah dalam rangk...
Aksi SPI Jambi Peringati Hari Perjuangan Petani Internasiona...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU