Pertemuan kader pertanian berkelanjutan

Petani Kabupaten Simalungun Menunjukkan Bibit Padi Yang Berkualitas Tinggi di Hadapan Peserta lainnyaMEDAN. Pertanian berkelanjutan atau lebih populer dengan nama pertanian organik saat ini banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Karena sesungguhnya sistem pertanian ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan nenek moyang kita, namun sejak muncul program revolusi hijau sistem pertanian seperti ini mulai ditinggalkan. Padahal keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia sudah menjadi prasyarat mutlak untuk keberlanjutan bumi dan kedamaian umat manusia.

Namun kondisi Petani saat ini sungguh memprihatinkan, tingginya biaya produksi seperti pupuk kimia, pestisida, bibit, herbisida, fungisida dan sebagainya ternyata tidak diikuti dengan hasil produksi yang diperoleh setelah panen. Mengingat hal ini diperlukan suatu langkah untuk bisa menerapkan sistem pertanian yang berbasis dengan alam.

Serikat Petani Indonesia (SPI) yang salah satu agenda perjuangan yang diusung adalah kedaulatan pangan melalui pertanian berkelanjutan. Mengingat pentingnya pertanian berkelanjutan ini, Badan Pengurus Wilayah (BPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara mengadakan pertemuan dengan seluruh kader yang pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Pertanian Organik (PO) selama dua hari yaitu tanggal 13-14 Maret di Sekretariat DPW SPI Sumatera Utara. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kabupaten diantaranya Padang Lawas, Deli Serdang, Karo, Labuhan Batu, Langkat, Samosir, Simalungun, Asahan dan perwakilan dari Kodya Medan.

Tujuan dari pertemuan ini selain sebagai sarana tukar pengalaman dan sharing informasi perkembangan pertanian organic antara sesame kader pertanian organic. “Selain itu pertemuan ini diharapkan dapat mengidentifikasi pengembangan praktik-praktik keberhasilan pertanian organic untuk kampanye gerakan tani” kata Kepala Biro Koperasi BPW SPI Sumut, Ramadhan Sakti Siregar disela-sela pertemuan ini.

Dari pertemuan selama dua hari ini disepakati bahwa pertemuan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali dan peserta menyepakati bahwa kumpulan kader ini diberi nama “Forum Komunikasi dan Pendidikan Pertanian Berkelanjutan”. Pada tiga bulan ke depan pertemuan ini akan dilakukan di Desa Doulu Kabupaten Karo.