Petani Korea menuntut stabilitas harga beras

Sekitar 200 petani perempuan yang tergabung dalam Korean Peasant Women Association (KWPA) berkumpul di depan gedung parlemen di jalan Yeuido, Seoul (20/10). Para petani marah dan menuntut jaminan harga beras kepada pemerintah. Mereka juga menuntut pemerintah melanjutkan bantuan beras untuk Korea Utara.

Sejak sebulan lalu, para petani telah mengadakan aksi menekan pemerintah untuk tidak memberlakukan undang-undang tentang penurunan harga beras. Protes petani menyebar keseluruh penjuru negeri karena pada musim tanam ini mereka harus mulai menggarap sawah lagi setelah sebelumnya hasil panen padi menurun.

Di Korea, pada 29 September lalu harga beras turun hingga 10 sampai 30 persen dibanding harga tahun lalu. Bagi petani ini merupakan saat-saat yang menyulitkan. Dalam aksinya, KWPA mendesak pemerintah menetapkan harga beras yang pantas diterima petani untuk mengimbangi harga-harga input produksi yang terus menerus naik harganya semenjak berakhirnya perjanjian bantuan beras dengan Korea Utara. Pemerintah telah menghentikan sementara 400.000 ton beras per tahun untuk membantu Korea Utara sejak dua tahun yang lalu.

Aksi massa dipimpin langsung ketua KWPA Kim Kyungsoon dan enam pemimpin petani lainnya, mereka melakukan aksi protes dengan damai. Anggota KWPA juga berkemah dan mendirikan tenda ditengah kota, tepatnya di jalan Yeuido. Para petani bertekad untuk terus mengaspirasikan suara petani ke anggota parlemen dan masyarakat umum sampai 17 November nanti.