Seminar 1 Tahun UNDROP di Padang: Masyarakat Berharap UNDROP Diimplementasikan Jadi Perundangan Nasional

PADANG. Antusiasme para peserta Seminar Nasional 1 Tahun UNDROP di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), cukup luar biasa. Mayoritasnya berharap agar UNDROP  bisa diimplementasikan jadi perundangan nasional hingga kebijakan di tingkat daerah sehingga bisa langsung berdampak pada kehidupan petani kecil.

“UNDROP tentu saja bisa memperkuat perjuangan reforma agraria di Sumatera Barat ini, karena masih ada konflik agraria di sini, khususnya yang menimpa langsung anggota SPI,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam seminar ini.

Ketua Umum SPI Henry Saragih yang menjadi narasumber dalam acara ini menyampaikan, UNDROP lahir atas inisiatif petani kecil di Indonesia, itu sejarah yang tidak bisa dihapus.

“Saat awal-awal dulu, kita merasakan semakin hari petani semakin termarginalkan dan semakin diasingkan, kesadaran ini mendorong kita untuk berjuang, ternyata apa yang dirasakan petani Indonesia juga dirasakan oleh seluruh petani di dunia, bahkan di Eropa, Jepang, dan Korea Selatan yang notabennya adalah negara-negara maju,” papar Henry.

Ketua Umum SPI Henry Saragih

“Jadi setelah resmi diadopsi oleh PBB, sudah sepantasnya UNDROP ini berdampak langsung pada kehidupan petani kecil, karena ia lahir untuk menjawab hal tersebut. Jadi mari kita bersama meminta ke pemerintah untuk segera mengimplementasikannya menjadi peraturan perundangan,” kata Henry lagi.

Dekan Fakultas ISIP Universitas Andalas (UNAND) Padang Alfan Miko dalam kesempatan yang sama menyambut baik terselenggaranya acara ini.

“Harapan saya, agenda seperti ini bisa melahirkan sesuatu yang strategis baik untuk SPI maupun bagi UNAND dalam bentuk kegiatan nyata guna memperkuat perjuangan agraria, kedaulatan pangan dan hak asasi petani, apakah pada tataran penguatan organisasi dan kajian-kajian oleh para dosen,” sebutnya.

Guru besar Sosiologi UNAND Prof. Afrizal menambahkan, perjuangan reforma agraria di Indonesia bermuara pada penguasan tanah sebagai alat produksi oleh kaum tani.

“Sekali lagi, UNDROP kita harap bisa memperkuat perjuangan reforma agraria ini,” tuturnya.

Ketua Umum SPI Henry Saragih dan Ketua DPW SPI Sumbar Rustam Effendi memberikan kaos kenang-kenangan bertemakan UNDROP kepada Dekan FISIP UNAND Alfan Miko

Hadir juga dalam acara ini Ketua KOMNASHAM Sumatera Barat Sultanul Arifin yang mempresentasikan tentang konflik sumber daya alam dan mekanisme penyelesainnya oleh Komnas Ham.

Sementara itu, Seminar Nasional 1 Tahun UNDROP ini bertemakan “Memperkuat Perjuangan Reforma Agraria, Kedaulatan Pangan dan Hak Asasi Manusia”. Seminar ini terselenggara berkat kerjasama DPW SPI Sumbar, Fakultas ISIP Universitas Andalas, Gema Petani Sumbar, dan Pusat Pengkajian Keadilan Agraria dan Lingkungan  (Sangkakala). Acara dilaksanakan pada Rabu, 18 Desember 2019, di Ruang Sidang Lantai II Dekanat FISIP UNAND, Padang, Sumatera Barat.

UNDROP sendiri adalah singkatan dari United Nations Declaration On The Right Of Peasant And Other people Working In Rural Areas, alias Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Rakyat yang Bekerja di Pedesaan, yang resmi diadopsi PBB tahun lalu setelah melalui perjuangan panjang 17 tahun.