SPI Kudus Selenggarakan Muscab

muscab SPI Kudus

KUDUS. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kudus mengadakan Musyarawah Cabang (Muscab) di Desa Kirig RT 03 RW 02, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah. Peserta Muscab berasal dari tujuh kecamatan yakni Kecamatan Mejobo, Undaan, Kaliwungu, Jati, Bae, Jekulo, dan Dawe.

Dalam muscab yang bertemakan “Persatuan Petani Demi Tegaknya Reforma Agraria Sejati Untuk Mewujukan Kedaulatan Pangan ” ini, anggota Majelis Nasional Petani (MNP) SPI asal Jawa Tengah Rois Noor menyatakan muscab ini membahas tentang perkembangan organisai dan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan menjadi panduan bagi organisasi.

Ketua Departemen Penguatan Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI Ali Fahmi menyampaikan bahwa sangat penting bagi para petani untuk membangun organisasi yang terstruktur seperti SPI, karena SPI adalah wadah dan alat perjuangan bagi para petani (kecil).

“SPI ini adalah wadah bagi kita, kaum tani yang memiliki tujuan sama. Jadi kita sendirilah yang harus memajukan SPI ini demi kemaslahatan para petani Indonesia” tegasnya.

Ali juga menambahkan bahwa saat ini cukup banyak permasalahan yang dihadapi oleh petani mulai dari kepemilikan lahan yang rata-rata hanya 0,3 Hektare per KK, kriminalisasi petani, sistem perdagangan hasil tani yang tidak adil bagi petani, hingga ketergantungan petani kecil kepada para tengkulak.

Muscab akhirnya menetapkan Ahmad Syahid sebagai Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Kudus. Ahdori menyampaikan, semoga dengan terbentuknya kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Kabupaten Kudus mampu mengakomodir dan membela kepentingan petani anggotanya, memperkuat persatuan petani kecil.

“Rekomendasi dari Muscab kali ini adalah kita tetap berjuang mempertahankan lahan pertanian untuk tidak dijadikan lahan industri, menggalakkan pertanian organik yang ramah lingkungan dan hasil yang berkualitas, menanam bibit lokal untuk mempertahankan varietas lokal sebagai gerakan kemandirian, serta menggali dan melestarikan potensi-potensi pertanian lokal,” papa Ahmad Syahid.

ARTIKEL TERKAIT
Deklarasi DPC SPI Lumajang
Liberalisasi Vs Kerakyatan: Tetesan Keringat Terakhir Petani Liberalisasi Vs Kerakyatan: Tetesan Keringat Terakhir Petani
Petani SPI Sukabumi Peringati Hari Pangan Sedunia & Hari Sum...
Dialog Kebangsaan Kedaulatan Pangan dan Munas Seknas TANI Jo...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU