Ditanam secara Agroekologi, SPI Lampung Panen Padi Bersama Bupati

PANEN AGROEKOLOGI LAMPUNG

PRINGSEWU. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung melakukan panen padi bersama Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi, Jumat (09/09/2016). Panen kali ini terasa istimewa karena dilakukan di Pusdiklat Pertanian Agroekologi SPI Lampung di Pekon Kresno Mulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Dalam panen kali ini, Bupati Sujadi menyampaikan dukungannya dalam pengembangan pertanian agroekologi.

“Saya harapkan ini bisa dikembangkan di keseluruhan Kabupaten Pringsewu,” tuturnya.

Muhlasin, Ketua Badan Pelaksana Wilyah (BPW) SPI Lampung menyampaikan, panen kali ini menghasilkan 5,4 ton per hektar.

“Jumlah ini memang di bawah panen sebelumnya,” kata Muhlasin.

Meski demikian Muhlasin tetap bersyukur karena hasil panennya lebih tinggi apabila dibandingkan dengan hasil panen petani lainnya di Kabupaten Pringsewu.

SPI LAMPUNG PRINGSEWU PANEN BUPATI

“Berdasarkan data yang kami kumpulkan, musim gadu tahun ini rata-rata hanya panen 4,3 ton per hektar gabah kering panen, karea memang iklim dan serangan hama serta penyakit hampir merata di seluruh Kabupaten Pringsewu,” paparnya.

Muhlasin menerangkan, berkat sistem agroekologi yang diterapkan oleh petani SPI, hasil panen lebih tinggi daripada petani lainnya yang masih menerapkan sistem pertanian konvensional, menggunakan input-input kimia.

“Mulai dari pembenihan, pembibitan pengolahan lahan, perangsang buah, hingga pengendalian hama penyakit semuanya dilakukan berdasarkan secara agroekologi, tanpa input kimia apa pun melainkan berasal dari bahan-bahan yang berada di sekitar petani dan ini membuat petani mandiri, petani berdaulat,” jelasnya panjang lebar.

Muhlasin menambahkan, ia mengapresiasi kehadiran Bupati Pringsewu Sujadi untuk melakukan panen bersama petani SPI.

panen-spi-lampung

“Kedatangan Bapak Bupati semakin membuat kami bersemangat untuk mengembangkan dan memperluas metode agroekologi yang telah terbukti tahan hama, menghasilkan produksi yang tinggi, dan tentunya menjamin kedaulatan pangan,” tambahnya.