SPI Pandeglang Gelar Muscab II

Muscab DPC SPI Pandeglang Banten

PANDEGLANG. Bertempat di Gedung Serbaguna MTsN Kadulisung Pandeglang, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pandeglang Banten mengadakan Musyarawah Cabang (Muscab) II (10/11). Muscab kali ini dihadiri oleh sekitar 50 orang yang merupakan utusan dari 15 basis, empat Ranting serta unsur Dewan Pengurus Cabang (DPC), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Banten, hingga dan perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI.

Dalam muscab yang bertemakan “Kesatuan dan Persatuan Kaum Tani Untuk Mewujudkan Pembaruan Agraria dan Kedaulatan Pangan Menuju Keadilan Soial ” ini, perwakilan DPW SPI Banten menyatakan muscab ini membahas tentang perkembangan organisai dan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan menjadi panduan bagi organisasi.

Ketua Departemen Polhukam DPP SPI Agus Ruli Ardiansyah yang hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa sangat penting bagi para petani untuk membangun organisasi yang terstruktur seperti SPI, karena SPI adalah wadah dan alat perjuangan bagi para petani (kecil).

“SPI ini adalah wadah bagi kita, kaum tani yang memiliki tujuan sama. Jadi kita sendirilah yang harus memajukan SPI ini demi kemaslahatan para petani Indonesia,” tegasnya.

Ruli juga menambahkan bahwa saat ini cukup banyak permasalahan yang dihadapi oleh petani mulai dari kepemilikan lahan yang rata-rata hanya 0,3 Hektare per KK, kriminalisasi petani, sistem perdagangan hasil tani yang tidak adil bagi petani, hingga ketergantungan petani kecil kepada para tengkulak.

Muscab akhirnya menetapkan Asep Najmudin sebagai Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Pandeglang. Asep menyampaikan, semoga dengan terbentuknya kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Kabupaten Pandeglang mampu mengakomodir dan membela kepentingan petani anggotanya, memperkuat persatuan petani kecil.

“Rekomendasi dari Muscab kali ini adalah kita tetap berjuang mempertahankan lahan pertanian untuk tidak dijadikan lahan industri, menyelesaikan sengketa-sengketa agraria yang menimpa petani, hingga menggalakkan pertanian agroekologis yang ramah lingkungan dan hasil yang berkualitas,” papar Asep Najmudin.

Acara Muscab dilanjutkan dengan dialog agraria yang diklasanakan keesokan harinya (11/11) di Ciceri Serang dengan menghadirkan Kanwil BPN Banten dan BAPPEDA Banten.

ARTIKEL TERKAIT
Tahun Inkosistensi Kebijakan dan Kesejahteraan Petani yang D...
Perwakilan Koordinator Via Campesina Eropa Mengantarkan susu dan pesan kepada Komisaris Pertanian Uni Eropa, Fischer Boel Perwakilan Koordinator Via Campesina Eropa Mengantarkan susu...
Peringatan Hari Buruh 2010, sebuah momentum untuk menyatukan...
Hari Hak Asasi Petani Indonesia:  Refleksi 5 Tahun UU Perli...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU