Waktu bicara sudah usai, saatnya melaksanakan kedaulatan pangan!

JAKARTA. Sebanyak 40 petani anggota gerakan petani internasional La Via Campesina dari 25 negara, akan berkumpul di Roma dalam pertemuan puncak Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kedaulatan pangan dan forum masyarakat sipil untuk kedaulatan pangan pada tanggal 13-18 November.  “Waktu bicara sudah usai” ujar Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) yang juga merangkap sebagai Koordinator Umum La Via Campesina.

“Jika dunia sungguh-sungguh serius untuk menghapuskan kelaparan, maka tidak banyak pilihan lagi saat ini. Kita harus mendukung dan meyakinkan para petani kecil untuk memproduksi pangan bagi masyarakat dengan cara yang berkelanjutan. Sebuah solusi sejati mengatasi krisis pangan berarti bahwa petani kecil, dan bukan perusahaan transnasional, harus mendapatkan kontrol atas sumberdaya agraria yang dibutuhkan untuk memproduksi pangan yaitu, tanah, air, benih dan pasar lokal.”

Walaupun dunia saat ini memproduksi cukup pangan untuk memberi makan seluruh penduduknya, namun angka penderita kelaparan terus meningkat mencapai lebih dari satu miliar jiwa tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia. Sekitar 80 persen dari orang-orang yang menderita kelaparan ini adalah petani kecil dan buruh tani. Bagi begitu banyak keluarga-keluarga di seluruh dunia, kelaparan bukan hanya sekedar angka. Itu merupakan kenyataan pahit yang harus mereka hadapi.

Ironisnya,  kebijakan yang dilakukan untuk mengatasi krisis pangan yang terjadi justru membawa kita terjebak semakin dalam pada kondisi krisis ini. Hal ini bisa dilihat pada kasus Kerjasama Global untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian (Global Partnership for Agriculture and Food Security) dan dana Bank Dunia untuk ketahanan pangan (World Bank Food Security Trust Fund) yang didukung oleh G20. Mereka mendanai pembangunan teknologi “revolusi hijau” yang meningkatkan ketergantungan petani pada pasar sekaligus memperparah kerusakan tanah. Inisiatif-inisiatif yang dikembangkan justru semakin mendorong kea rah kebijakan pasar bebas dan bekerja beriringan dengan industri pertanian.

Namun demikian, perusahaan-perusahaan besar tidak memiliki ketertarikan untuk menyelamatkan dunia dari kelaparan. Fokus utama mereka ialah untuk meningkatkan persentase dan marjin keuntungan. Apa yang terjadi selama krisis harga pangan tahun 2007 sangat jelas: perusahaan-perusahaan agribisnis mendapatkan keuntungan yang luar biasa, sementara terjadi penambahan baru jutaan penduduk dunia yang jatuh dalam kemiskinan dan kelaparan. Saat ini, tanah pertanian telah menjadi investasi yang sangat menguntungkan dan perusahaan-perusahaan merampas sejumlah besar tanah di seluruh dunia, mengusir keluar para petani dari tanah mereka untuk memproduksi pangan untuk ekspor atau untuk agrofuel.

Dalam pertemuan puncak FAO di Roma, La Via Campesina akan memperjuangkan pentingnya suatu sistem pangan dan pertanian baru untuk mengatasi krisis pangan sekaligus krisis iklim yang terjadi saat ini. Kebijakan pangan hendaknya tidak diserahkan pada di tangan-tangan “para donor” dan lembaga keuangan. Suatu sistem pangan yang demokratis-seperti yang didiskusikan dalam Komisi FAO untuk Ketahanan Pangan Dunia- yang harus dilaksanakan agar  negara-negara dan masyarakat di sekuruh dunia memiliki hak untuk melaksanakan kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan adalah hak masyarakat dan bangsa untuk melaksanakan kebijakan pangan mereka dan mempromosikan sistem pangan lokal yang menghargai kehidupan rakyat, budaya dan lingkungan.

“Kami akan menyajikan pangan organik dari petani-petani lokal dalam Forum Masyarakat Sipil di Roma. Sehari-hari kami juga menyediakan 150.000 makanan organik di sekolah-sekolah di seluruh Italia” menurut Andrea Ferrante dari Asosiasi Pertanian Organik Italia (AIAB), salah satu anggota La Via Campesina. “Kedaulatan Pangan dimulai hari ini, setiap saat. Kedaulatan pangan sudah diimplementasikan secara lokal di banyak tempat dan dengan didukung keinginan politik dapat dilaksanakan secara luas di seluruh dunia dan memecahkan krisis pangan saat ini”, ujar Andrea.

Narasumber:
Henry Saragih (Ketua Umum SPI) 0811655668
=====
SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI)
Jl. Mampang Prapatan XIV No.5, Jakarta Selasa 12790
Telp. +62 21 7991890  Fax. +62 21 7993426
www.spi.or.id

ARTIKEL TERKAIT
Pembangunan Harus Mensejahterakan Rakyat
Peringatan Hari Perjuangan Petani Internasional: Legislasi perlindungan petani sebagai pengakuan dan pemenuhan hak asasi petani Peringatan Hari Perjuangan Petani Internasional: Legislasi p...
SPI Batang Menggelar Perayaan Ultah SPI ke-13 dan Petisi Ked...
Aksi Petani India Tolak Tanaman Rekayasa Genetika
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU