15 Ribuan Petani Rayakan Deklarasi SPI Bengkulu

Deklarasi SPI Bengkulu

REJANG LEBONG. Bertempat di lapangan bola kaki Desa Talang Blitar Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Serikat Petani Indonesia (SPI) secara resmi dideklarasikan di Bengkulu (24/01). Deklarasi yang dihadiri dan dirayakan oleh 15 ribuan petani tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum SPI Henry Saragih.

Dalam deklarasi yang bertemakan ”Mewujudkan Pembaharuan Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Kaum Tani”  ini, Henry Saragih menyampaikan SPI bukanlah organisasi ilegal melainkan organisasi resmi yang diakui pemerintah yang terstruktur dari tingkat desa hingga tingkat nasional yang murni menjadi wadah petani.

“Para petani yang bergabung dalam SPI adalah petani tertindas, yang tergusur, petani yang (akan) hilang tanahnya, petani yang menjadi buruh di tanahnya.  SPI bersama gerakan masyarakat sipil lainnya juga merupakan pelopor gerakan kedaulatan pangan dunia dan pelopor gerakan penyelamatan hutan dunia. Tujuan SPI adalah meningkatkan kesejahteraan, harkat dan martabat petani di Indonesia,” ungkap Henry.

Henry juga memaparkan, kedaulatan pangan di Indonesia bisa terwujud bila petani berdaulat dan menjadi pemilik atas tanahnya seperti yang diamanahkan oleh UUPA No. 5/1960 dan juga didukung oleh pertanian agroekologis.

“Khusus untuk wilayah Rejang Lebong dan Kepahiang  perlu ditegaskan bahwa petaninya tidak perlu digusur hanya karena untuk penyelamatan hutan. SPI menjamin upaya penyelamatan hutan berbasis pertanian agroekologis, seperti yang sudah diterapkan di Meksiko oleh petani anggota La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) yang telah berhasil membuat UU bahwa tanaman kopi dan karet menjadi tanaman konservasi yang tidak merusak hutan. Saat ini SPI juga sedang gencar mendorong Kementerian Kehutanan RI untuk membuat kebijakan yang mana nantinya para petani lah yang akan menjaga dan melestarikan hutan, karena petani sudah dari zaman dahulu telah punya kearifan lokal dan adat yang menjamin kelestarian hutan dimana tempat mereka bertani,” papar Henry yang juga Koordinator Umum La Via Campesina.

SPI Bengkulu 2

Sementara itu, menurut Ketua SPI Bengkulu Henderman, pembentukan SPI di wilayah Bengkulu ini melalui proses yang panjang dan sulit.

“Mayoritas kami telah mengalami kriminalisasi oleh oknum baik pengusiran, pembakaran dan penangkapan akibar mempertahankan lahan perjuangan untuk mengisi sejengkal perut ini. Oleh karena itu kami melakukan konsolidasi dan menetapkan untuk bergabung dengan SPI yang selama ini perjuangannya bertujuan meningkatkan kesejahteraan, harkat dan martabat petani. Kami optimis hal ini bisa tercapai setelah Bergabung dengan SPI ,” ungkapnya.

Henderman menambahkan, agenda setelah deklarasi ini adalah penyusunan struktur kepengurusan SPI mulai dari tingkat Desa hingga propinsi melalui musyawarah basis, ranting, cabang dan wilayah.

“Pelaksanaan deklarasi ini sendiri  murni 100 persen dari swadaya petani termasuk soal pendanaannya,” tambahnya.

Acara deklarasi SPI Bengkulu ini sendiri juga turut dihadiri Bupati Kepahiang Drs. Bando Amin C Kader, Ketua DPRD RL Drs. Darussamin, perwakilan Polda Bengkulu, Kapolsek Sindang Dataran, Koramil, BKSDA, Puskesmas Sidang Dataran (Pengobatan Gratis) dan perwakilan beberapa gerakan masyarakat sipil dan LSM di Bengkulu.

ARTIKEL TERKAIT
SPI Sumut Selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Petani Pere...
Seminar Krisis Pangan, Perlunya Perubahan Sistem
Air Kencing Kelinci: Cairan Ajaib Untuk Pertanian
Tentang Menegakkan Kedaulatan Rakyat Tentang Menegakkan Kedaulatan Rakyat
1 KOMENTAR
  1. Petani seharusnya ikut andil dalam mengambil kebijakan pemerintah sehingga bangsa makmur sentosa

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU