16 Persen tidak cukup mengatasi perubahan iklim

JAKARTA (2/12) – Lima hari menjelang dimulainya perundingan iklim di Kopenhagen, Amerika Serikat (AS) sebagai negara pengemisi terbesar yang bertanggung jawab atas lebih dari 35 persen total emisi gas rumah kaca dunia masih belum bersedia mengambil langkah drastis pengurangan emisi mereka sebesar 40 persen seperti yang menjadi tuntutan dalam perundingan tersebut. AS justru menetapkan target yang sangat kecil dibandingkan pihak-pihak lain yang terlibat, hanya sebesar 16 persen dari level emisi saat ini.

Keengganan AS ini menjadi pemicu negara-negara lain untuk mengurangi target emisi mereka dan menghambat tercapainya langkah kongkret dalam perundingan Kopenhagen. Mekanisme pembangunan bersih dan perdagangan karbon yang didukung AS tidak akan dapat mengatasi krisis iklim yang terjadi jika tidak disertai dengan perubahan model ekonomi AS saat ini yang sangat rakus energi, sumber daya alam dan konsumsi berlebihan.

Dalam beberapa putaran perundingan iklim hingga menjelang COP 15 ini, AS terus melanjutkan aksi menghindari tanggung jawab penurunan emisi domestik demi terus mengejar pertumbuhan ekonomi. AS pula lah yang muncul dengan kampanye besar di dalam negeri nya “How We can Get Rich from Global Warming ?” (Bagaimana kita bisa menjadi kaya dari perubahan iklim?).

Untuk itu kami dari gerakan petani, aktivis lingkungan, mahasiswa mendesak Amerika Serikat untuk bertanggung jawab terhadap cemaran gas rumah kaca yang dilakukan selama ini, dengan melakukan langkah drastis pengurangan emisi domestik hingga 40 persen pada tahun 2020. Kami menuntut tanggung jawab Amerika Serikat sekarang juga.

ARTIKEL TERKAIT
Satu Abad Sawit dan Nasib Petani
Jantung Perekonomian Indonesia Dibangun Melalui Koperasi Pro...
Konflik Agraria yang Tak Terselesaikan Kembali Tewaskan Anak Petani Konflik Agraria yang Tak Terselesaikan Kembali Tewaskan Anak...
UU pertanahan di Indonesia seharusnya merujuk pada UUPA No.5 tahun 1960 UU pertanahan di Indonesia seharusnya merujuk pada UUPA No.5...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU