Konferensi petani sedunia La Via Campesina segera dimulai

MAPUTO. Sekitar 600 petani kecil dari seluruh dunia mulai berkumpul hari ini di ibukota Mozambik, Maputo. Ditambah dengan 100 lebih aliansi, pertemuan ini akan menjadi salah satu pertemuan terbesar petani dari seluruh dunia.

Hajatan besar ini bernama Konferensi Kelima La Via Campesina. Diadakan setiap empat tahun sekali, forum ini merupakan badan pengambil keputusan tertinggi di La Via Campesina, gerakan petani internasional. Total 800 delegasi akan bergerak menuju Matola, sekitar 25 menit dari pusat kota Maputo, untuk berkumpul di Escola Central da Partido Frelimo, dimana konferensi akan mengambil tempat.

Konferensi akan berlangsung sejak tanggal 19 Oktober, didahului oleh Sidang Kaum Muda Petani (16 Oktober) dan Sidang Perempuan (17 Oktober). Rencananya perhelatan ini akan dibuka oleh Presiden Mozambik,  Armando Emílio Guebuza—dan akan dihadiri oleh banyak tokoh penting lainnya dari seluruh dunia. Devinder Sharma, Jose Bove, Joa Pedro Stedile dan Evo Morales adalah beberapa dari daftar undangan yang dikonfirmasi oleh La Via Campesina.

Dalam pernyataan persnya, La Via Campesina menyatakan bahwa organisasi tani dari seluruh dunia akan berkumpul untuk membicarakan masalah-masalah pokok, di saat dunia sekarang menderita karena krisis pangan. “Di saat segelintir orang berspekulasi atas krisis pangan, dan perusahaan transnasional terus mengambil untung dalam situasi ini, kami petani kecil dari seluruh dunia bertemu di sini untuk menyatukan tekad untuk berproduksi dengan pertanian kecil berbasis keluarga. Pertanian macam inilah yang melawan sistem neo-liberal yang masif—yang saat ini merusak kehidupan rakyat dan planet bumi. Sementara kami bertahan hidup dan berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, menegakkan hak asasi manusia, kedaulatan pangan, dan keadilan iklim.”

“(Konferensi) ini menunjukkan solidaritas petani dunia, “ kata Henry Saragih, koordinator umum La Via Campesina. “Isu-isu perjuangan yang akan dibicarakan di dalam konferensi juga merupakan isu-isu terpenting di masyarakat internasional saat ini, dan akan mengubah hidup rakyat di seluruh dunia”, lanjut dia. Tak pelak lagi, isu-isu seperti reforma agraria, kedaulatan pangan, dan hak asasi petani adalah alternatif nyata dari rakyat sebagai solusi dari krisis pangan, iklim, energi dan finansial yang saat ini sedang menghantam dunia.

ARTIKEL TERKAIT
Jokowi Harus Perjuangkan Agenda Kedaulatan Pangan di Pertemuan APEC Jokowi Harus Perjuangkan Agenda Kedaulatan Pangan di Pertemu...
Belajar dan Berbagi Teknik Pertanian Padi Organik di Filipin...
KNPA Kecam Keras Kekerasan Aparat & Kriminalisasi Perjuangan...
Batasi Peran Asing di Perbenihan Indonesia Batasi Peran Asing di Perbenihan Indonesia
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU