Membangun inisiatif lokal untuk kedaulatan rakyat

Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Yayasan Sintesa akan mengadakan Konferensi dan Lokakarya Internasional “Membangun Inisiatif Lokal untuk Kedaulatan Rakyat”. Kegiatan yang akan dilangsungkan dari tanggal 29-31 Juli 2009 di Hotel Asean Internasional ini, sedianya akan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara dan akan ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Kegiatan ini dilandasi dari ide dan semangat lahirnya Dasa Sila Bandung melalui KTT Asia-Afrika, yang pernah menjadi simbol kedaulatan negara-negara berkembang untuk menentukan pilihan dan membangun kemandirian rakyatnya. Ide dan semangat dasar yang sama, namun dalam konteks perkembangan zaman dan dinamika sosial, ekonomi, politik yang berbeda.

Krisis ekonomi global yang sebelumnya telah didahului oleh krisis pangan, krisis energi dan krisis sumberdaya alam, merupakan bentuk kegagalan sistem ekonomi internasional yang mendominasi negara-negara berkembang. Hempasan krisis ekonomi global, membuat banyak negara berkembang khawatir akan pengaruhnya terhadap ekonomi dalam negeri. Hal tersebut menunjukkan masih kuatnya dominasi ekonomi internasional (negara maju) terhadap perekonomian negara berkembang, serta memudarnya kedaulatan ekonomi yang pernah dicita-citakan dalam semangat pertemuan KTT Bandung.

Hal tersebut yang mendasari inisiatif  kegiatan ini, yang akan diikuti oleh utusan gerakan rakyat nasional dan internasional, pemerintah daerah internasional dan nasional, akademisi, serta praktisi yang progresif. Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan akan terbangun pemahaman yang sama dalam mengidentifikasi isu kunci serta opsi kebijakan terkait dengan krisis global. Forum tersebut juga diharapkan menjadi media tukar menukar pengalaman dan informasi, yang dilakukan oleh pemerintahan lokal yang progressif maupun gerakan rakyat dalam membangun inisiatif lokal untuk kesejahteraan dan kedaulatan rakyat, sebagai alternatif terhadap gagalnya sistem ekonomi neoliberal.

Konfrensi internasional yang berlangsung pada hari pertama akan menghadirkan panelis/ pembicara (nasional dan internasional), yang mendiskusikan dan tukar menukar informasi seputar krisis ekonomi dunia dan pengaruhnya terhadap negara berkembang, serta peluang dan tantangan  untuk membangun inisiatif lokal sebagai alternatif dari krisis ekonomi yang dihadapi negara-negara maju. Setelah mengikuti konfrensi, sejumlah peserta akan mengikuti workshop untuk memformulasikan secara bersama-sama rencana aksi untuk mempromosikan inisiatif lokal untuk agenda perubahan.

Para pembicara yang akan menjadi panelis dan pemateri diantaranya : Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dan beberapa Pemerintah Kabupaten di Sumatera Utara, Shalmali Guttal (Focus on The Global South), Henry Saragih (Ketua Umum Serikat Petani Indonesia), Revrisond Baswir (Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM), Bonnie Setiawan  (Institute for Global Justice), Syamsul Hadi (Peneliti Ekonomi Universitas Indonesia), Ahmad Daryoko (Serikat Pekerja PT PLN), Henry Simarmata (Indonesian Human Rights committee for Social Justice), Prof. VS. Vijayan dari Pemerintah Daerah Kerala-India, Korean Progressif Alliance, serta pembicara lainnya.

Wawancara lebih lanjut hubungi :
Henry Saragih (Ketua Umum SPI) 0816 31 4444 1
Achmad Taufik (0817 0328 9929)

ARTIKEL TERKAIT
Pertanian organik di lahan kritis solusi perubahan iklim Pertanian organik di lahan kritis solusi perubahan iklim
Dasa Sila Bandung Masih Relevan
SPI - La Via Campesina Tekankan Pentingnya Deklarasi Hak Asa...
Biofuel hanya negara maju yang diuntungkan
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU